Pidato kemenangan Barrack Husein Obama di siarkan oleh stasiun TV lokal (Metro TV) secara langsung dari Chicago, AS. Kemenangqan mutlak dengan jumlah suara 338 untuk Obama dan 155 untuk Mc Cain merupakan kemenangan mutlak untuk Partai Demokrat setelah 2x pemilihan sebelumnya dimenangkan oleh Partai Republik. Gegap gempita dan suasana sukacita masyarakat Chicago untuk menyambut Pidato kemenangan Presiden Amerika yang ke 44 sekaligus Presiden kulit hitam pertama di Amerika. Pidato tersebut dibuka/diawali dengan Pidato dari seorang Pendeta, kemudian dilanjutkan dengan pidato dari tokoh Militer serta dinyanyikan-nya Lagu Kebangsaan negara Amerika : The Star Spangled Banner oleh penyanyi wanita kulit hitam. Kemudian munculah Mr. Obama untuk menyampaikan Pidato Kemenangannya. Dengan seriusnya saya mengikuti pidato beliau sampai terakhir. Walaupun dengan setengah2 saya mengerti isi pidato beliau ( maklum, bahasa inggris saya kurang bagus).
Agenda Utama yang akan dilakukan Mr. Obama adalah :
Perubahan kebijakan terhadap Kemiliteran AS di negara2 lain
Kesetaraan antara kulit hitam dan putih
( Hal serupa yang terjadi di Afrika Selatan pada tahun 1993 yaitu berakhirnya Politik Apartheid : Pemisahan total antara orang kulit putih dan orang kulit hitam dan pada tahun berikutnya 1994 terpilih lah Nelson Mandela sebagai Presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan )
Ada 2 POINT yang saya suka terhadap seremonial dan isi pidato tersebut :
1) Awal pembukaan pidato kemenangan Mr. Obama dibuka oleh pidato dari seorang Pendeta, yang inti pidatonya : Pengucapan rasa syukur kepada Tuhan atas kemenangan Obama dan mudah2an bisa membawa perubahan baru untuk negara Amerika. Saya acungi jempol untuk Mr. Obama atas kepeloporan beliau dalam memulai pidatonya dengan pidato dari seorang Pendeta. Hal yang selama ini tidak pernah dilakukan oleh Presiden dari Kandidat Partai Demokrat yang berhasil menjadi Presiden. Hal ini menurut saya merupakan upaya untuk meminimalisir anggapan orang2 bahwa Amerika adalah Negara Sekuler.
2) Saat Mr. Obama bilang : “All Thing isn’t Posible” (segala sesuatunya tidak ada yang tidak mungkin). Kata2 itu mengingatkan saya akan Andrea Hirata (Penulis Tetralogi Laskar Pelangi) sewaktu saya melihat acara Off Air Kick Andy di Balairung UI dan Andrea sebagai bintang tamu. Dia bilang : “Be A Dreamer (jadilah seorang pemimpi) karna Tidak Ada yang Tidak Mungkin”
Dengan terpilihnya Barrack Husein Obama sebagai Presiden Amerika pertama yang berkulit hitam, maka bisa diartikan bahwa warga negara Amerika (khususnya kulit putih) muali bisa menerima Presiden yang berkulit hitam. Ini berarti : NO MORE RASISM ( Tdk ada lagi Rasisme). PERTANYAAN SAYA : Apabila Tahun 2009 nanti di Indonesia ada Pemilihan Presiden (Pilres) yang baru, akankah masyarakat Indonesia bisa menerima apabila Presiden yang baru terpilih, berbeda dalam hal suku, agama dan etnis??? Contohnya : Presiden dari Non Jawa, Non Islam dan ber-etnis Tionghoa
Kepada Mr. Obama : Selamat atas terpilihnya sebagai Presiden Amerika yang baru dan mudah2an bisa mengemban ”tugas2 baru” yang akan dimulai tanggal 20 Januari 2009, sesuai dengan Slogannya : CHANGE WE CAN BELIEVING. Mudah2an misi beliau untuk HEAL the WORLD (Menyembuhkan Dunia) terutama tentang hubungan Amerika dengan negara2 lain di dunia terlaksana. Seperti sepenggal lirik dari lagu yang dinyanyikan Michael Jackson : Heal the world, make it better place For you and for me and the answer to my pray…..
Ada langkah lain yang perlu kita lakukan untuk menyelamatkan bangsa kita :
1.Yang mempunyai deposito bertahanlah dengan deposito anda. Jangan ambil uang anda dari bank. Jika anda ikut-ikutan mencairkan dana anda maka akan terjadi bank rush, dan krisis keuangan akan semakin parah.
2.Yang memiliki saham dan turunannya, jangan menjual saham dan derivasinya. Jika anda ikut-ikutan menjual saham dan turunannya, maka harga saham akan semakin ambruk, dan krisis akan sungguh terjadi semakin parah.
3.Jangan ikut-ikutan memborong dolar. Jika anda ikut-ikutan memborong dolar, maka harga dolar akan semakin tinggi dan rupiah semakin terpuruk. Harga barang Impor akan semakin mahal, dan inflasi dalam negeri akan semakin menggila.
4.Jangan Panik. Jika anda anda tidak panik, maka krisis akan cepat berlalu. Perekonomian akan cepat pulih. Harga saham akan cepat rebound. Dolar akan cepat menyesuaikan diri pada kurs yang rasional.
Cadangan devisa kita cukup kuat. Jika anda panik dan ikut-ikutan menarik deposito, menjual saham dan memborong dolar, maka anda ikut memberikan kontribusi pada semakin dalamnya krisis di Indonesia. Tetapi tentu ini merupakan pilihan bebas. Tidak ada yang dapat melarang anda. Hati nurani yang bicara. Pilihan yang sulit bagi anda yang berduit tetapi silahkan memilih.
Krisis keuangan global kian menebar ancaman menjadi krisis ekonomi global yang tidak main-main, bursa saham guncang dan nilai tukar Rupiah semakin melemah, ini semua menjadi indikator bahwa akan ada bencana baru yang siap menerkam.
Para kaum Kapitalis yang ingin meraup keuntungan dengan cara cepat dan menjadi SERAKAH akhirnya menjadi sumber dari segala krisis yang kita belum tau kapan akan berakhir.
Pertanyaannnya adalah apa yang bisa kita lakukan untuk ikut membantu agar krisis ini tidak menghancurkan sendi-sendi perekonomian Bangsa ini?
Tentu kita tidak ingin ini menjadi periode 10 tahunan (1998 – 2008), mimpi kelam krisis ekonomi 10 tahun lewat tentu tidak ingin kita munculkan kembali, tapi jika Anda tidak peduli maka bisa saja hal ini akan terjadi!!!
Dan jika itu terjadi maka Bangsa ini akan semakin terpuruk, akan muncul PHK besar-besaran, sektor riil yang tidak bergerak, sistem perbankan yang sudah tidak dipercaya lagi dan akhirnya kita kembali ke NOL lagi.
Jika anda masih mencintai Bangsa ini maka ada banyak hal yang bisa Anda lakukan, paling tidak MULAILAH DARI DIRI ANDA SENDIRI..!! conto kecil sebagai berikut :
Jika Anda seorang awam sebagaimana saya, maka yang bis akita lakukan adalah :
Gunakanlah PRODUKSI DALAM NEGERI dlm semua aktivitas hidupmu, dengan langkah ini akan menyelematkan Sektor Riil, usaha-usaha kecil akan berkembang, dan akhirnya kita bisa berdiri tegak dan mengatakan KITA BISA HIDUP DARI NEGERI KITA SENDIRI.
Langkah kecil lain jangan sok mengkonsumsi produk makanan luar negeri. Jika anda senang makan Durian, tidak perlu durian Bangkok-Thailand, cukup durian lokal toh tidak kalah rasanya. Jika senang makan Jagung? Tidak perlulah jagung Thailand, cukup jagung lokal. Tidak perlu makan2 di outlet dengan brand luar negeri, toh ayam kampung kita tidak kalah nikmatnya, hal kecil ini kadang tidak sadari tapi ketahuilah EFEK nya sangat luar biasa! Anda bisa bayangkan jika semua anak bangsa ini berpikiran sama, jika anda konversikan dengan modal yang berputar maka anda kaget dan heran akan IMPACT yang sangat luar biasa, yakin dan percayalah dengan cara kecil ini. Krisis ini tidak akan terjadi DISINI di BUMI INDONESIA. ( Point ini bisa ”membuka” kesadaran saya thd kesukaan mengkonsumsi produk resto2 fast food J )
Gunakan angkutan massal jika itu anda bisa lakukan, itu akan membantu untuk mengurangi konsumsi energi yang luar biasa yang sebetulnya tidak perlu, disamping mengurangi polusi, jangan lupa disamping krisis Keuangan yang berpotensi menjadi krisis Ekonomi, kita juga dihadapkan krisis Energi!!! Kenyamanan mungkin belum kita pikirkan semua, percayalah bahwa aroma sesaknya penumpang di angkot dan bus-bus itu masih menimbulkan secercah harapan, bahwa sektor riil kita masih bergerak. ( Woouw klo untuk hal ini sepertinya saya belum bisa menerapkan sehari-hari, tp klo kadang2 bolehlah..... J )
Berbelanjalah dipasar-pasar tradisional, berdayakan warung2 kaki lima, percaya atau tidak Ekonomi Kerakyatan terbukti mampu menyelamatkan perekonomian kita. ( Buat para cewek2 yg gemar berburu diskon di mall/plaza/square mesti dikurangin tuuh... J )
Jika anda pelaku bisnis, maka tolong jangan hanya memikirkan untuk meraup keuntungan pribadi semata-mata hanya dengan memikirkan IMPORT barang2 murah yang hanya akan menghancurkan produk dalam negeri. INGAT!!! Menjaga dan mengusahakan agar Capital Inflow akan lebih bijaksana dan akan sangat membantu Negeri ini, jangan biarkan Capital Outflow terjadi, karena sama dengan menghancurkan Perekonomian Rakyat. LET’S SAVE OUR NATION, START FROM YOURSELF!!!
Gerakan pengelolaan lingkungan yang dilakukan Pusdakota dengan Warga RW 14 Rungkut Lor Surabaya sejak tahun 2000, di samping menginspirasi berbagai pihak juga mempertemukan kami, Pusdakota dengan Pemerintah Kitakyusu Jepang dan Kitakyusu International Techno-cooperation Association (KITA).
Tahun 2005, Pusdakota menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya, KITA, Pemerintah Kitakyusu Jepang, di bidang riset teknologi dan pengorganisasian masyarakat.
Untuk kerjasama di bidang teknologi, kesepakatannya adalah optimalisasi teknik-teknik pengelolaan sampah yang telah dilakukan Pusdakota bersama komunitas dan optimalisasi metode-meode pengelolaan sampah yang sudah berkembang di Surabaya dengan segenap potensi yang tersedia.
Dengan riset itu Pusdakota berharap, Indonesia akan punya banyak alternatif metode untuk menangani sampah. Teknologi tersebut kami harapkan bisa diterapkan siapa pun dengan bahan baku yang mudah dan murah. Yang lebih mendasar adalah, teknologi ini diharapkan mampu memberi inspirasi tentang keterjagaan diri untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi lingkungan sekitar. Bukankah teknologi haruslah dimaknai lebih dari sekadar sebagai alat bantu, namun sarana kita untuk menempuh tujuan maknawi?
Penemuan Keranjang Takakura adalah citra semangat dan kerja keras kami terhadap pengelolaan sampah. Kami melakukan penelitian puluhan keranjang untuk membuat perbandingan formulasi yang paling efektif dalam mereduksi sampah, dengan puluhan kolom yang harus diisi setiap satu jam sekali selama dua bulan. Belum lagi kami harus menentukan pilihan metode yang paling sesuai sampai tiga kali.
Keranjang Takakura memang belum final dan bukan yang terbaik. Maka kami terbuka terhadap inovasi-inovasi untuk selalu menemukan yang lebih baik. Penemuan atas Keranjang Takakura saat itu tidak langsung kami sampaikan kepada masyarakat sebelum kami benar-benar menemukan kelayakannya, antara lain lewat praktik-praktik yang kami lakukan. Semua keluarga staf Pusdakota disiplin memakai dan merawat hasil kerja keras itu untuk semakin memberi penyempurnaan. Proses awal, pengolahan, perawatan, pematangan, pemanenan, hingga kemanfaatan hasil keranjang sakti akhirnya kami sepakati berdasarkan lesson learned kami.
Kenapa unit komposter ini dinamakan Takakura? Pakar Kompos Koji Takakura sangat berjasa atas penemuan teknologi ini. Sangat pantas bila Takakura dijadikan nama bagi keranjang pengomposan itu. Takakura – juga Tetsuya Ishida dari KITA -- pernah mengada bersama bahu-membahu bersama demi perbaikan lingkungan hidup.
2. Pengertian Keranjang Takakura
Keranjang Takakura merupakan alat pengomposan skala rumah tangga yang ditemukan Pusdakota bersama Pemerintah Kota Surabaya, Kitakyusu International Techno-cooperative Association, dan Pemerintahan Kitakyusu Jepang pada tahun 2005. Keranjang ini dirakit dari bahan-bahan sederhana di sekitar kita yang mampu mempercepat proses pembuatan kompos.
Satu keranjang standar dengan starter 8 kg dipakai oleh keluarga dengan jumlah total anggota keluarga sebanyak 7 orang. Sampah rumah tangga yang diolah di keranjang ini maksimal 1,5 kg per hari.
Berikut ini petunjuk pemakaiannya:
Jenis-jenis sampah yang diolah:
Sisa sayuran. Idealnya sisa sayuran tersebut belum basi.
Namun bila telah basi, cuci sayuran tersebut terlebih dahulu, peras, lantas
buang airnya.
Sisa nasi.
Sisa ikan, ayam, kulit telur dll.
Sampah buah yang lunak (anggur, kulit jeruk, apel, dan
lain-lain). Hindari memasukkan kulit buah yang keras seperti kulit salak.
Cara kerja:
Sampah dapur yang dimasukkan di Keranjang Takakura sebaiknya dalam materi yang kecil. Semakin kecil materi, semakin mudah diuraikan. Untuk sisa sayur dan buah, potonglah kecil-kecil. Gali starter kompos di dalam keranjang tersebut dengan cetok. Luasan dan kedalaman galian, sesuaikan dengan banyaknya sampah yang hendak dimasukkan. Masukkan sampah pada lubang yang digali. Tusuk-tusuk sampah tersebut dengan cetok. Timbun sampah tadi dengan kompos di tepian lubang. Tutup kompos tersebut dengan bantalan sekam. Tutup permukaan keranjang dengan kain. Yang terakhir, tutuplah dengan tutup keranjang.
Catatan:
Letakkan Keranjang Takakura di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung. Bila kompos kering, perciki air bersih sambil diaduk merata. Suhu ideal adalah 60 derajat celsius.
Cara Pemanenan :
Bila kompos di dalam Keranjang Takakura telah penuh, ambil 1/3-nya dan kita matangkan selama seminggu di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Sisanya yang 2/3 bisa kita gunakan kembali sebagai starter untuk pengolahan berikutnya.
3. Membuat Keranjang Takakura Sendiri
Proses pengomposan ala keranjang takakura merupakan proses pengomposan aeraob di mana udara dibutuhkan sebagai asupan penting dalam proses pertumbuhan mikroorganisme yang menguraikan sampah menjadi kompos. Media yang dibutuhkan dalam proses pengomposan yaitu dengan menggunakan keranjang berlubang, diisi dengan bahan-bahan yang dapat memberikan kenyamanan bagi mikroorganisme. Proses pengomposan metode ini dilakukan dengan cara memasukkan sampah organik – idealnya sampah organik tercacah - ke dalam keranjang setiap harinya dan kemudian dilakukan kontrol suhu dengan cara pengadukan dan penyiraman air.
Alat/bahan:
No Bahan/ Alat Jumlah Satuan 1 Sekam Secukupnya 2 Pupuk ampas tebu Secukupnya 3 Mikroorganisme cair Secukupnya 4 Kompos 8 Kg 5 Sampah organik 2 KK 6 Keranjang plastik 2 unit 7 Jarum jahit 2 Buah 8 Benang nilon 1 Roll 9 Jaring 1 Meter 10 Gunting 1 Buah 11 Kertas kardus Secukupnya 12 Termometer 2 buah 13 Kain stocking 0,5 meter 14 Sprayer 1 unit 15 Bak plastik 2 buah 16 Air PDAM Sesuai kebutuhan 17 Garu kecil 1 buah
# Cara Membuat Kompos Takakura
1. Siapkan bak dan isi dengan sekam secukupnya, lalu ambil mikroorganisme cair, tuangkan ke dalam sprayer. 2. Semprotkan mikroorganisme cair dengan menggunakan sprayer secara merata dengan sesekali mengaduk sekam dengan tangan. 3. Gunting jaring untuk membuat dua kantong sesuai ukuran alas dan bagian atas keranjang dengan cara menjahit bagian tepi jaring. 4. Setelah jaring berbentuk kantong, isi masing-masing kantong jaring dengan sekam secukupnya lalu jahit hingga menyerupai bantal; 5. Ambil kardus dan potong dengan menggunakan gunting sesuai ukuran sekeliling keranjang lalu tempelkam potongan kardus tadi di sekeliling bagian dalam keranjang. 6. Setelah bagian dalam keranjang terlapisi kardus, letakkan bantal sekam pada alas keranjang. 7. Semprot Microorganisme cair pada permuakaan luar dalam kardus dan bantal sekam dengan menggunakan sprayer hingga basah merata. 8. Siapkan bak lalu isi dengan kompos dan pupuk ampas tebu lalu aduk hingga merata. 9. Masukkan campuran kompos dan pupuk ampas tebu ke dalam keranjang yang sudah terlapisi kardus 10. Masukkan sampah organik segar yang sebelumnya telah dicacah terlebih dahulu, sesekali menekan sampah dengan cetok hingga sanpah berada di tengah-tengah campuran pupuk kompos dan pupuk ampas tebu; 11. Masukkan termometer sebagai alat pengukur suhu pada saat proses pengomposan. 12. Lapisi permukaan atas dengan menggunakan bantal sekam yang sudah disemprot dengan Mikroorganisme cair. 13. Setelah terlapisi dengan bental sekam, tutup bagian mulut keranjang dengan menggunakan kain stocking agar serangga kecil tidak masuk. 14. Setelah keranjang tertutup kain stocking, ambil penutup dari keranjang tersebut lalu tutup dan tekan hingga rapat dan kuat.
Catatan : a) Pilih kain stocking yang berpori dan bahan yang awet sehingga tidak mengganggu respirasi.
b) Usahakan sampah organik masih segar dan dalam kondisi tercacah.
c) Sebaiknya sampah organik segar yang diisi setiap hari, usahakan sampah ditekan dengan cetok sampai sampah timbunan baru tidak terlihat.
d) Ganti kardus yang menjadi lapisan dalam keranjang setelah 3-6 bulan atau ketika hancur.
e) Cuci kain penutup jika dirasa kotor.
f) Bila Keranjang penuh maka 1/3 dari kompos itu dapat kita ambil dan dimatangkan di taman/kebun kita yang terlindungi dari sinar matahari selama kurang lebih 2 minggu untuk kemudian dapat digunakan sebagai pupuk kompos.
g) Keranjang Takakura dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat. Keranjang ini dipatenkan Pusdakota Ubaya untuk menjaga kemungkinan komersialisasi pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan diri.
Hak Paten
Saat kami berproses menemukan Keranjang Takakura bersama pihak Jepang, kami pun memprediksi bahwa suatu saat unit komposter ini akan menarik minat banyak orang. Tentu secara alami akan muncul persepsi sederhana dan manusiawi, kebanyakan orang sekarang tidak mau repot menciptakan sesuatu.. Kita terbiasa dengan budaya instan. Sementara Pusdakota bukan lembaga profit oriented yang mengumpulkan laba sebanyak-banyaknya untuk kepentingan organisasi. Kami pun tidak ingin keranjang sakti ini nantinya dikomersialisasikan demi keuntungan indivisu, kelompok atau lembaga tertentu.
Kami pun menemukan salah satu alternatif solusi yaitu HAKI. Untuk satu keputusan mematenkan produk ini pun kami berdebat panjang. Salah satunya adalah anggapan bahwa HAKI adalah produk kapitalisme.
Tapi toh memang produk ini hasil karya dan kerja keras kami. Dan kami diingatkan kembali oleh visi lembaga kami bahwa kami berdiri hanya untuk menjadi jembatan bagi siapa pun menuju masyarakat berdaya dan berkeadilan. Kami ingin melipatgandakan energi sosial masyarakat. Itu menjadi alasan kami mematenkan Keranjang Takakura. Singkatnya, HAKI akan memperkecil kemungkinan pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan materi bagi diri atau kelompok. Yang kedua, agar tidak terjadi kesalahan prinsipil terhadap penyediaan Keranjang Takakura. Soalnya, jika terjadi kegagalan, komplinnya pasti ditujukan kepada kami.
Selanjutnya adalah hal yang berkait dengan mekanisme kontrol publik yang transparan dan akuntabel terhadap penggunaan Keranjang Takakura. Kami ingin ada ukuran yang pasti tentang tingkat partisipasi masyarakat dalam mereduksi sampah, setidaknya lewat keranjang ini. Kami punya nomor register. Berapa buah keranjang ini beredar di masyarakat, kami memiliki datanya.
Pusdakota mengajukan permohonan untuk memperoleh HAKI pada 20 April 2006. Tahap pemeriksaan formalitas telah terpenuhi dengan turunnya surat bernomor H3.HC.02.Pol.012/1173, tertanggal 29 Maret 2006.
Sesungguhnya kami membuka diri bagi siapa pun yang ingin menyediakan atau memproduksi Keranjang Takakura, namun syaratnya, sistem monitoring dan karakteristik komponen di dalamnya memiliki fungsi dan kualitas yang sama atau lebih baik dengan Takakura Home Method. Beberapa jaringan kami di tingkat komunitas telah kami latih untuk melakukannya, sesuai dengan standar tersebut. Peran komunitaslah yang nantinya muncul, bukan peran individu atau golongan.
Ini juga merupakan media pembelajaran agar warga dapat menjalankan mekanisme pengelolaan sampah di wilayahnya secara mandiri. Intinya, dari waktu ke waktu besarnya partisipasi pengelolaan sampah seiring dengan meningkatnya jumlah Keranjang Takakura yang tersebar, signifikan mereduksi sampah organik yang dibuat ke TPS. Jika sistem dijalankan dengan disiplin hasilnya pasti bagus. Alangkah indahnya bila komunitas dan kader-kader pengelola, secara rutin, mungkin pada hari lingkungan, bersamaan menyampaikan perkembangan pengelolaan sampah, kualitas dan kuantitasnya.Ini memudahkan kota untuk membuat langkah strategis dalam pengelolaan sampah pada masa mendatang. Bukankah kita telah sepakat bahwa sampah tidak dapat diatasi oleh satu pihak saja?
Untuk Keranjang Takakura, kami juga selalu membuka diri untuk pembelajaran baru. Beberapa kali teman-teman dari perguruan tinggi, bahkan siswa SMP menginovasi atau menyempurnakan Keranjang Takakura. Kami berterima kasih pada keluarga besar UNESA, ITB, UNNIBRAW, UPN, ITS, UBAYA dan NGO’s di Bali, Semarang, Tulung Agung, Semarang, Keluarga Mantan Menteri Kehutanan Jamaludin Soeryohadikusumo, PKK Kodya Surabaya dan banyak komunitas lain yang tak mungkin kami sebutkan satu persatu.
Lahir di Jogja, sekolah dari SD - Universitas di Jogja, pernah kerja di Sampit, Kalimantan Tengah & Muara Wahau, Kalimantan Timur jadi Asisten Kebun di Perusahaan Kelapa Sawit, Sekarang bekerja di Jakarta sebagai Staf TU